Firasatku
“Firasatku” (Nurul Ikhwani P.) Dering telepon genggam membangunkanku dari lelapnya tidur. Aku melihat angka-angka berbaris rapi di layar. Nomornya asing. Namun aku tetap mengangkatnya. Ya, sebuah kabar pun aku terima dari nomor tersebut. Dan lebih tepatnya lagi, yang aku terima adalah kabar buruk dari sahabatku sendiri. Mungkin ini sore tragis yang pernah aku alami selama ini. Rasanya baru kemarin aku bermain dan bercengkrama sembari menikmati teh hangat di rumahnya. Namun kini sosok sahabat yang aku sayangi, telah pergi meninggalkanku untuk selamanya. . . . . . Aku, Irvi, Wati dan Novi adalah empat gadis yang selalu bersama dalam suka maupun duka. Bisa disebut pula sebagai sahabat seperjuangan. Karena kami berjuang bersama dalam menuntut ilmu dari taman kanak-kanak hingga bangku sekolah menengah pertama. Walaupun pada akhirnya kami terpisah di jenjang menengah atas dan di bangku perkuliahan. Tetapi hal itu tidak menyurutkan komitmen kita dalam menjalin sebuah persahabatan. ...